SEXTANT

Pengertian Sextant

Sextant adalah salah satu instrumen berbasis optik yang berorientasi pada bidang tegak dan datar, dimana bidang tegak digunakan untuk mengetahui sudut ketinggian benda langit sedangkan bidang datarnya digunakan untuk mengetahui nilai azimut benda langit. Alat ini dapat dibawa atau diangkat menggunakan tangan dan para pelaut menggunakan alat ini untuk menentukan bujur dan lintang suatu tempat yang dilalui oleh kapal dengan mengukur sudut ketinggian Matahari. Tipe sextant yang digunakan di kapal ada dua yaitu Sextant Tromol yang ditemukan oleh Jhon Hadley dan sextant nonius yang saat ini tidak digunakan. Prinsip kerja sextant adalah mengukur sudut antara tinggi benda langit terhadap horizon (cakrawala). 

                                                 Bagian Bagian Sextant

  • Frame (kerangka) Sextant. Frame sextant biasanya terbuat dari besi, aluminum dan tembaga dan berbentuk seperenam lingkaran. Syarat kerangka yang baik adalah harus kuat tetapi tetap ringan, dibuat dari bahan tembaga/ aluminium, dan dicat berwarna gelap seperti hitam.
  • Teropong. Teropong atau teleskop digunakan untuk memperbesar objek pada saat pengamatan dan lebih mempermudah pengamatan. Teropong sendiri ada 2 macam yaitu teropong panjang (teropong bintang) dan teropong pendek (teropong belanda).
  • Penyangga. Tempat teropong dilekatkan pada kerangka dengan mengatur sekrup penyangga yang dapat diputar. Dengan memutar sekrup penyangga teropong dapat diatur lebih jauh atau lebih dekat dengan kerangka atau cermin horizon. Penyetelan diatur sedemikian rupa tergantung dari luas pengamatan ataupun lewat cermin kecil melalui teropong serta memperhitungkan kecerahan dari bayangan yang dipantulkan.
  • Lembidang busur (Arc). Lembidang busur dibuat dari lempengan logam tipis yang mempunyai angka-angka dari paling rendah dan seterusnya membesar, angkanya berkisar dari -5’ sampai dengan 120’ atau lebih
  • Alhidade (index arm). Gagang atau lengan ayun yang bisa digerakkan maju mundur untuk membidik posisi benda langit.
  • Sekrup penjepit (clamp). Dengan menggunakan tekanan jari, penjepit melepas dan ketika jari melepas alhidade akan menjepit kembali.
  • Pegangan (Handle). Pegangan diberikan untuk mempermudah dalam memegang sextant.
  • Tromol (micrometer drum). Karena semua derajat dibaca pada lembidang busur maka menit busur akan dibaca di bagian tromol. Tromol sendiri berguna untuk menggeser pembacaan pengukuran sudut.
  • Skala Vernier. Skala Vernier memiliki 5 atau 6 skala garis, yang setara dengan 0.2’ atau 10’ setiap garis busur. Menit busur yang berhimpit dengan skala vernier dibaca menjadi detik busur pada sextant.
  • Cermin Besar (index mirror). Berbentuk persegi yang terbuat dari kaca cermin.
  • Cermin Kecil (horizon mirror). Berbentuk lingkaran atau persegi yang terbuat dari setengah kaca cermin dan setengahnya lagi kaca tembus pandang.
  • Kaca berwarna (indes shades). Berfungsi mengurangi insentitas cahaya yang terlihat, apalagi ketika mengamati Matahari.

                                                                                         Cara Pengoperasian Sextant:

  1. Ambil sextan dari kotak penyimpanan dengan menggunakan tangan kiri pada bagian pangkalnya lalu pindahkan ke tangan kanan (pegang pada bagian handle / pegangannya).
  2. Atur alhidade dan nonius pada kedudukan 0 (nol), sisihkan kaca berwarna yang tidak perlu.
  3. Cari nilai koreksi index benda yang akan diukur dengan cara memutar nonius dan dicatat.
  4. Ukur sudut benda yang akan kita ukur dengan mengatur alhidade sedemikian rupa.
  5. Putar sekrup halus sehingga bayangan benda menjadi satu dengan benda lain. Atau dalam pengukuran secara vertikal atur bayangan benda angkasa tepat menyinggung cakrawala / horizon.
    • Pada pengukuran matahari yang disinggungkan pada cakrawala adalah tepi bawah / tepi atas.
    • Pada pengukuran bulan yang disinggungkan dengan cakrawala adalah tepi atas.
    • Pada pengukuran bintang dan planet, yang disinggungkan pada cakrawala/horizon adalah titik pusatnya.
  6. Catat hasil pengukurannya dan pada saat pengukuran benda angkasa catat pula waktu saat benda angkasa tersebut menyinggung cakrawala.
  7. Catat juga hal-hal lain yang perlu diperhatikan antara lain :
    • Waktu dan tanggal pembaringan.
    • Posisi duga kapal.
    • Haluan kapal.
    • Tinggi mata.

                                                                                                                            Perawatan Sextan

  1. Sextan harus dijaga benar-benar jangan sampai jatuh. Atau mendapat getaran yang berlebihan.
  2. Bila sextan telah digunakan bersihkan dengan lap dan simpan kembali ke dalam kotaknya dengan baik dan kunci rapat, serta jauhkan dari suhu tinggi (mis. sinar matahari langsung) dan jauhkan juga dari uap air.
  3. Sewaktu mengeluarkan sextan dari dalam kotak, yang harus dipegang pada kerangkanya atau pegangannya (handle) dan jangan sekali-kali memegang pada bagian busur, alhidade atau teropongnya.
  4. Secara periodik bagian-bagian yang bergerak harus diberi minyak pelumas.
  5. Lem bidang busur jangan dibuat mengkilap.
  6. Apabila sextan disimpan dalam jangka waktu yang panjang hendaknya busur dan poros berulir dilapisi dengan vaselin.

Sextant Mark 15

Video Tutorial Pengoperasian Sextant